Monday, 17 February 2025

9 Tujuan Utama Pembelajaran STEAM

0 comments

 


    Dewasa ini banyak sekolah yang berlomba untuk belajar tentang STEAM (Sciences, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics) Alasannya adalah tantangan dunia global saat ini. Siswa kita nantinya akan hidup pada zama teknologi, bahkan kita dengar ada sebuah negara yang duluan hidup 50 tahun dari kita, karena di sana semua sudah menggunakan robot dan teknologi canggih. 

    Pemerintah juga mengarahkan untuk semua satuan pendidikan meningkatkan pembelajaran STEAM di kelas-kelas. Maka banyak satuan pendidikan yang mengadakan ekstrakurikuler robotik, coding, dan lainnya. Tentu hal ini tidaklah salah. Namun yang perlu kita dalami adalah apa sebenarnya yang akan kita tuju dari Pembelajaran STEAM tersebut. Ada beberapa hal yang menjadi tujuan:

1. Kepedulian

    Kepedulian adalah tujuan utama dari Pembelajaran STEAM. Buat apa seseorang yang memiliki pemikiran luar biasa tapi tidak berdampak. Contohnya ketika seseorang menjumpai tumpukkan sampah yang banyak, sebagai orang yang mempunyai pemikiran luar biasa, ia harus peduli dengan permasalahan ini. Ia akan membuat alat untuk mengatasi sampah yang menumpuk tersebut, tentu dengan pedekatan STEAM. Itu mengapa kepedulian harus ditopang dengan kemampuan.

2. Kepekaan

    Kita ingat beberapa tahun silam. Ketika kita ingin menyetorkan atau menarik uang dari bank, maka kita harus antre yang memakan waktu dan tidak efisien. Dengan konsep STEAM orang-orang menciptakan mesin ATM. Sehingga mempermudah banyak orang. Kepekaan inilah yang menjadi pokok STEAM itu sendiri. Untuk apa orang yang memiliki kemampuan tapi tidak ada kepekaan, sama saja pohon yang tinggi tapi tidak berbuah. Kurang bermanfaat.

3. Kebersamaan

        STEAM adalah model kekinian dari kebersamaan masa lampau. Puluhan tahun silam, nenek moyang kita menjalin kebersamaan secara manual. Mereka membangun rumah dengan kebersamaan, membangun jembatan dengan gotong royong, menciptakan kincir air secara bahu-membahu. Namun kita mencair kebersamaannya dalam STEAM.

4. Kolaborasi

    Pengerjaan suatu proyek yang berkaitan dengan STEAM tidak dapat dikerjakan sendiri. Perlu kolaborasi banyak pihak. Kemampuan kolaborasi adalah kunci dari keberhasilan proyek STEAM ini. Tidak ada ilmuan yang dapat bekerja sendiri, dia akan membutuhkan orang lain untuk asistennya atau butuh ilmuan lain untuk bertukar pikiran.

5. Cinta Lingkungan

    Banyak permasalahan lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini. Baik itu karena faktor alam maupun ulah manusia itu sendiri. Terlepas dari faktor penyebabnya itu, STEAM mengambil peran untuk menciptakan manusia yang cinta akan lingkungannya. Dengan beragam alat-alat yang berhasil diciptakan dan berdampak baik pada lingkungan, seperti traktor yang ramah lingkungan, alat pendeteksi gempa-tsunami, alat pendeteksi polusi udara, dan lainnya.



6. Tanggung Jawab

    Tuhan telah memberikan kita wadah untuk hidup yang kita sebut bumi. Tentu tugas kita adalah untuk menjaga dan memelihara bumi kita ini. Kita tidak boleh terperangkap pada siapa yang salah, siapa yang merusak, dan siapa yang menjadi dalangnya. Namun kita sebagai manusia harus ambil peran. Ingatlah pepatah mengatakan, siapa yang menanam dia yang menuai. Mari kita tanam tanggung jawab agar generasi anak keturunan kita tidak dapat beban. Dengan STEAM kita dapat menciptakan pembengunan yang berkelanjutan.

7. Berpikir Kritis

    STEAM dengan berpikir kritis tidak perlu kita ragukan lagi. Karena memang tiang dari STEAM adalah critical thinking. Sebab semua projeknya membutuhkan pemikiran-pemikiran yang kreatif dan terbarukan. Tentu Anda pernah masuk sebuah gedung yang pintunya terbuka dan tertutup secara otomatis. Semua adalah kerja dari sensor yang ditanam pada alat-alat di pintu tersebut. Contoh kecil ini adalah hasil dari pikiran yang kreatif dan kritis dengan menunggunakan konsep dari STEAM. Tentu banyak contoh lainnya dalam kehidupan kita. 

8. Pemecahan Masalah

    Manusia pada tahun 60-an menulis dengan tinta, kemudian beranjak menggunakan mesin ketik, dan pada tahun milenial sudah menggunakan komputer. Namun masalah tetap ada, komputer yang ukurannya besar tidak dapat dibawa ke mana-mana. Manusia menciptakan laptop, mulai dari yang tebal hingga tipis, ukuran besar hingga note book. Dan tidak sampai di situ saja, bahkan sekarang kita tidak perlu menggunakan jari-jari untuk benar-benar mengetik. Cukup dengan mengucapkan sesuatu, maka apa yang Anda ucapkan, persis itu yang diketik oleh perangkat lunak atau aplikasi di laptop. Manusia akan terus berinovasi sesuai dengan masalah yang dia hadapi. Hal ini tidak terlepas dari peran konsep STEAM ini. 

9. Kemudahan

    Siapa yang tidak tahu dengan Terusan Panama atau Terusan Suez. Dengan STEAM manusia memangkas perjalanan yang jauh, waktu yang lama, biaya yang mahal. Sehingga sebuah kapal dapat dengan efisien untuk berlayar. Dua terusan ini adalah hasil dari konsep STEAM yang sangat mempermudah kehidupan banyak manusia di dunia ini.



    Pembelajaran apapun seyogyanya bermuara pada karakter dari manusia itu sendiri. Bukan hanya yang kita tuju hasil secara kebendaan, tapi hasil secara perangkat lunak manusialah. 

Leave a Reply