Sunday, 23 February 2025

Trik dan Tips Menjadi Guru yang Tenang dan Senang

0 comments

 

Trik dan Tips Menjadi Guru yang Tenang dan Senang

Stoikisme

Filosofi hidup yang mengajarkan bagaimana tetap tenang, fokus, dan bijaksana dalam menghadapi tantangan tanpa dipengaruhi emosi yang berlebihan, serta tidak mudah goyah oleh hal-hal yang tidak bisa dikendalikan. Ada beberapa prinsip dalam mengaplikasikan stoikisme ini, yaitu


Prinsip Pertama Dikotomi Kendali

Prinsip ini mengajarkan bahwa ada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan hal-hal di luar kendali. 

Contohnya seorang guru mengajar dengan sepenuh hati, menyiapkan materi dengan baik, berusaha membuat suasana kelas menyenangkan. Namun ada murid yang tidak fokus atau kurang bersemangat. Alih-alih stress atau marah, guru ini menerima bahwa motivasi murid tidak sepenuhnya dalam kendalinya. Ia tetap melakukan yang terbaik tanpa terbebani oleh hal-hal yang berada di luar kuasanya.

Baca Juga: Benang Merah Guru Jalan di Tempat

Prinsip Kedua “Ingat Kematian”

Prinsip ini mengingatkan bahwa hidup sementara, jadi kita harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Contohnya seorang guru selalu ingat bahwa setiap pertemuan dengan murid bisa menjadi kesempatan terakhir untuk memberi ilmu yang berarti. Ia akan mengajar dengan sepenuh hati, tidak menunda-nunda memberi inspirasi, dan memastikan bahwa ia meninggalkan kesan baik serta ilmu yang bermabfaat.


Prinsip Ketiga “Mencintai Takdir”

Prinsip ini mengajarkan kita untuk menerima segala keadaan yang terjadi dengan lapang dada, dan menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan hidup.

Contohnya seorang guru pindah ke sekolah yang fasilitasnya minim dan murid-murid banyak yang memiliki tantangan belajar. bukannya mengeluh atau merasa tidak beruntung, ia menerima kondisi ini sebagai bagian takdirnya. Ia melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk berkontribusi lebih, beradaptasi, dan memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya.


Prinsip Keempat “Bersiap Menghadapi Kemungkinan Terburuk”

Prinsip ini mengajarkan untuk membayangkan kemungkinan buruk yang bisa terjadi agar kita siap menghadapi hal itu dengan tenang.

Contohnya seorang guru akan mengajarkan materi baru yang cukup sulit bagi murid-muridnya. Sebelum masuk kelas, ia membayangkan kemungkinan buruk yang bisa terjadi. Karena sudah mengantisipasi, ia menyiapkan solusinya. Saat hal buruk benar-benar terjadi, ia tetap tenang karena sudah siap menghadapinya.

Baca Juga: 9 Tujuan Pembelajaran STEAM

Prinsip Kelima “Tidak Mudah Terpengaruh oleh Gangguan Eksternal”

Prinsip ini mengajarkan kita untuk tetap tenang dan tidak mudah terganggu oleh hal-hal di luar kendali kita.

Contohnya seorang guru menghadapi situasi di mana orang tua murid mengkritik metodenya mengajar dengan nada yang kurang menyenangkan. Alih-alih terpancing emosi atau merasaa tertekan, ia memilih untuk tetap tenang dan mendengarkan dengan pikiran terbuka. Ia memilah mana kritik yang membangun dan mana yang keluhan hanya tanpa dasar. Dengan sikap ini, ia tidak membiarkan dirinya stress karena hal-hal yang tidak bisa ia kendalikan serta fokus pada peran sebagai pendidik.


Leave a Reply