ALT_IMG

BUKAN PRESTASI TAPI HARUS BERBAGI

Bukan Prestasi Tapi Harus Berbagi. Orang yang sukses adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Orang yang berhasil mereka tak henti belajar dari manapun. Readmore...

ALT_IMG

ARSIP SIMPUL PEMERSATU BANGSA

Sejarah itu ada karena diarsipkan dengan baik, mengarsipkan segala sesuatu adalah kebiasaan baik yang perlu dimulai dari diri sendiri. Readmore..

Alt img

RUMAH GADANG MAIMBAU PULANG

Keharusan yang tidak tertulis bagi laki-laki Minang adalah merantau. Merantau adalah trasidi yang tak terpisahkan dari kebiasaan orang Minang, tidak sedikit pepatah dan petuah adat tentang merantau. Readmore...

ALT_IMG

BIARKAN LAUT YANG BERBICARA

Ketika kata tak didengar, sapaan tak dihiraukan, dan nasehat tak dilakukan, biarkanlah laut kan bicara dengan ombak perantara. Sudah Cukup Tak lagi! Readmore...

ALT_IMG

LUPA TAPI INGAT

Semua goresan kehidupan dapat kita lupakan dengan begitu saja namun akan ingat pada saatnya. Readmore...

Friday, 31 May 2024

KISI-KISI SOAL AKIDAH AKHLAK KELAS 1

0 comments

 


KISI-KISI SOAL AKIDAH AKHLAK

SEMESTER GENAP

TAHUN PELAJARAN 2023/2024

 

KELAS                                      : 1

MATA PELAJARAN                  : Akidah Akhlak

WAKTU                                      : 90 MENIT

PENYUSUN SOAL                    : MUHAMMAD ARIF, S.Pd.

 

No

Mata Pelajaran/ Kompetensi Dasar

 

Indikator Soal

(1)

(2)

(3)

 

1.1.        Memahami makna Ar Rahman dan Rahim

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.2.        Memahami enam rukun iman

 

 

 

 

 

 

 

 

1.3.        Menerapkan adab belajar

 

 

 

 

 

 

 

1.4.        Menerapkan sikap hormat, kasih saying terhadap orang tua dan guru

 

2.     Peserta didik mampu menyebutkan makna ar rahman

3.     Peserta didik mampu menyebutkan makna ar rahim

4.     Peserta didik mampu menyebutkan bukti kasih sayang Allah

5.     Peserta didik mampu menyebutkan contoh sifat penyayang

6.     Peserta didik mampu menyebutkan nama Allah maha pengasih

7.     Peserta didik mampu menyebutkan tempat bagi musyrik

8.     Peserta didik mampu menyebutkan makna mukmin

9.     Peserta didik mampu menyebutkan makna esa

10.  Peserta didik mampu menyebutkan arti iman

11.  Peserta didik mampu menyebutkan rukun iman

12.  Peserta didik mampu menyebutkan jumlah rukun iman

13.  Peserta didik mampu menyebutkan orang yang keluar dari agama islam

14.  Peserta didik mampu menyebutkan tujuan menuntut ilmu dalam islam

15.  Peserta didik mampu menyebutkan kewajiban menuntut ilmu

16.  Peserta didik mampu menyebutkan tujuan menuntut ilmu

17.  Peserta didik mampu menyebutkan hukum menuntut ilmu

18.  Peserta didik mampu menyebutkan adab menuntut ilmu

19.  Peserta didik mampu menyebutkan cara mendapat ilmu yang berkah

20.  Peserta didik mampu menyebutkan arti iman

21.  Peserta didik mampu menyebutkan nama orang yang menyekutukan allah

 

 

22.  Peserta didik mampu menyebutkan perbuatan menyekutukan allah

 

 

23.  Peserta didik mampu menyebutkan perbuatan menyekutukan Allah

 

 

24.  Peserta didik mampu menyebutkan yang bukan perbuatan menyekutukan Allah

 

 

25.  Peserta didik mampu menyebutkan akibat perbuatan menyekutukan Allah

 

 

26.  Peserta didik mampu menyebutkan akibat perbuatan menyekutukan Allah

 

 

27.  Peserta didik mampu menyebutkan akibat perbuatan menyekutukan Allah

 

 

28.  Peserta didik mampu menyebutkan nama lain selalu merasa diawasi Allah

 

 

29.  Peserta didik mampu menyebutkan perbuatan menyekutukan Allah

 

 

30.  Peserta didik mampu menyebutkan doa belajar

 

 

31.  Peserta didik mampu menyebutkan dosa besar

 

 

 

 

 


Continue reading →
Sunday, 26 May 2024

Keterampilan Berbahasa Anak pada Masa Transisi PAUD ke SD

0 comments

 

Keterampilan berbahasa sangat penting dimiliki oleh setiap individu. Untuk berkomunikasi menyampaikan pesan atau informasi antar individu kita perlu menguasai keterampilan berbahasa dengan baik. Sejak usia dini semestinya kita sudah memperhatikan hal ini. Menurut Tarigan keterampilan berbahasa terdari dari keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Empat keterampilan ini memiliki hubungan yang saling berkesinambungan.

Keterampilan menyimak merupakan proses keterampilan yang kompleks. Keterampilan ini terdiri dari aspek mendengarkan, memahami, menafsirkan bunyi-bunyi yang telah dikenalnya, kemudian mencoba memaknai bunyi-bunyi tersebut, dan meresponnya. Pada masa transisi anak dari PAUD ke sekolah dasar untuk keterampilan menyimak dapat dilihat dari hal sederhana seperti meminta anak untuk menebak bunyi atau menentukan sumber bunyi dengan mata anak dalam kondisi tertutup. Pada tahap memahami, kita bisa memberikan dua atau tiga perintah secara bersamaan dan lihat apakah anak bisa melakukan semua perintah atau tidak. Keterampilan menyimak ini akan menjadi modal untuk kematangan keterampilan berbicara anak.

Keterampilan Berbicara adalah kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengapresikan pikiran berupa ide, pendapat, keinginan atau perasaan kepada mitra pembicara. Pada anak usia transisi PAUD ke sekolah dasar bisa diketahui dengan cara meminta siswa untuk mengulangi kata atau kalimat yang diucapkan oleh orang dewasa. Kata atau kalimat yang diucapkan berupa kata yang memiliki persamaan pengucapan seperti datang-petang-pulang-elang-cincang atau satu-sepatu-ratu-batu-kutu. Mintalah anak untuk mengucapkan secara cepat atau laju, untuk melihat keterampilan berbicara anak. Keterampilan ini akan berkaitan dengan keterampilan membaca.

Baca Juga Optimalisasi Komunitas Belajar

Keterampilan membaca merupakan salah satu aktivitas yang sangat kompleks. Tidak hanya melibatkan kemampuan membaca, tetapi juga melibatkan kemampuan kognitif, kemampuan untuk mengamati dan kemampuan berkomunikasi.  Keterampilan membaca biasa dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pra membaca, saat membaca, dan pasca membaca. Pada tahap pra membaca, kegiatan yang biasa dilakukan adalah memprediksi isi bacaan melalui gambar atau ilustrasi, memperhatikan judul dan menafsirkan menurut pendapatnya, dan lainnya. Tahap saat membaca, aktifitas yang dilakukan melibatkan keseriusan dan kemampuan kognitif. Sedangkan kegiatan pasca membaca adalah menceritakan kembali, mencari unsur instrinsik dari bacaan, menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan, atau mencari kosakata baru. Pada anak usia transisi PAUD ke sekolah dasar bisa diketahui dengan mengenal bentuk huruf, mencocokan bentuk huruf yang sama, atau menyusun huruf menjadi kata dengan contoh kata yang sudah ada.

Keterampilan berikutnya adalah keterampilan menulis. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang bersifat aktif-produktif. Keterampilan ini dipandang menduduki hierarki yang paling rumit dan kompleks di antara jenis-jenis keterampilan berbahasa lainnya. Menurut Tarigan menyatakan bahwa keterampilan menulis yang bisa diartikan sebagai kegiatan di dalam menuangkan ide atau gagasan dan dengan menggunakan bahasa tulis yang mana sebagai media penyampaiannya. Pada anak usia transisi PAUD ke sekolah dasar bisa dilihat dari cara anak memegang pensil, menulis garis lurus, lengkung, menebalkan huruf, dan lainnya.

Empat keterampilan ini sering dijadikan prasyarat anak untuk masuk ke sekolah dasar. Hal ini adalah keliru. Anak yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak (TK) seyogyanya belum mendapatkan materi tentang empat keterampilan tersebut. Mereka di TK lebih banyak untuk mematangkan motorik halus dan motorik kasarnya. Motorik halus ini berupa kelenturan jari jemari anak agar mudah nantinya dalam menulis di sekolah dasar. Selain itu motorik kasar anak yang ditekankan di TK bertujuan untuk melatih fokus anak dalam menyimak, melatih sikap tubuh yang baik dalam berbicara. Kemampuan visual anak juga dilatih pada TK untuk kematangan dalam membedakan simbol-simbol huruf yang bermanfaat untuk membaca. Dalam melihat kesiapan anak pada masa transisi PAUD ke sekolah dasar dapat kita lakukan tes observasi.

Tes observasi ini bukan sebagai penentu lulus atau tidaknya anak masuk sekolah dasar, melainkan sebagai data awal untuk guru agar dapat melakukan tindak lanjut pada anak. Guru akan merancang tindakan-tindakan yang berpihak pada anak, sehingga kemampuan anak dapat meningkat secara signifikan.

Beberapa tes observasi yang dapat dilakukan adalah tes kesiapan motorik harus, tes kesiapan motorik kasar, tes kemampuan berfikir, tes auditori, tes visual, dan tes kemampuan berbahasa. Pada tes motorik halus dapat berupa memotong kertas sesuai pola yang sudah ditentukan, memasang kancing baju, memindahkan benda-benda kecil dari kiri ke kanan. Untuk tes motorik kasar berupa berjalan lurus, melompat, dan berjalan menggunakan keseimbangan.  Tes kemampuan berfikir lebih mengarah pada kemampuan matematika anak seperti menghitung gambar, menghitung mainan (menilai kesesuaian ucapan hitungan dengan gerak tangan), atau menyebutkan angka. Tes auditori berupa menebak bunyi benda, menebak suara hewan, dan memberikan tiga perintah secara bersamaan. Tes visual biasanya mencocokan pola-pola gambar atau menebak pola warna. Sedangkan tes kemampuan berbahasa hanya pada hal-hal sederhana seperti meminta anak untuk menceritakan cerita sederhana yang disampaikan observer (menyimak), meminta anak untuk menceritakan anggota keluarganya (berbicara), mencocokan huruf (membaca), dan menebalkan pola-pola garis putus-putus (menulis).

Sekolah sebaiknya melakukan tes observasi bukan tes penerimaan siswa. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip kurikulum merdeka, yaitu adanya assessment diagnostik. Tujuan assessment diagnostik ini adalah untuk mengetahui keadaan awal siswa. Dengan adanya assessment diagnostik memungkinkan siswa untuk bersikap lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pencapaian siswa dapat meningkat. Memudahkan guru dalam menyusun rancangan pembelajaran yang mengakomodir kompetensi dan kondisi siswa.

Baca Juga: Kurikulum Baru Harapan Baru?

Continue reading →
Friday, 24 May 2024

Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa dalam Kacamata Islam

0 comments

 

    Film yang diangkat dari novel karya Muhidin M Dahlan ini sedang banyak diperbincangkan oleh khalayak. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo disebut salah satu karya yang berani. 

Film yang menceritakan tokoh Kiran, seorang mahasiswi dari keluarga miskin yang  taat beragama, pintar juga kritis. Kiran mencari ilmu pada sebuah pondok pesantren. Namun pimpinan pondok tersebut ingin menjadikannya istri ketiga. Kiran tidak mau, karena bertentangan dengan prinsipnya. Tapi dia difitnah telah merayu pimpinan pondok tersebut. Orang tua dan santri pondok itu menyalahkan sikap Kiran, hingga dia dimusuhi.

Kiran yang kehilangan kepercayaan membuat dia dendam dengan orang yang bersembunyi di balik agama. Dia mendapat pelecehan seksual dari dosenya dan teman kuliah yang dia anggap selama ini alim dan taat agama. Kiran mencari para pejabat dan orang-orang yang berkedok baik menggunakan agama. Hingga dia merekam salah satu calon pejabat saat satu kamar. Namun upayanya dihadapi tantangan hingga penyiksaan. 

        Film ini mendapat komentar yang beragam. Baik dari segi agama, alur cerita, dan keberanian mengangkat isu dalam film ini. Tak ada gading yang tak retak, setiap karya perlu diberikan masukan agar terus menghasilkan karya-karya terbaik. Berikut ulasan Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa dalam Kacamata Islam :

    Judul yang Kurang Pantas

Judul pada sebuah karya, baik itu karya fiksi atau non fiksi, karya tulis atau non tulis adalah daya tarik pertama bagi penikmat karya tersebut. Sehingga si pemilik karya akan mencari judul semenarik mungkin, judul yang mempunyai daya jual, dan judul yang memberikan nilai lebih pada karyanya. Ini tidak salah. Namun perlu kita renungi, bahwa judul film ini kurang pantas.

Setiap manusia memilih pilihan hidupnya, ingin berdosa atau mencari pahala. Sedangkan agama sudah memberi tuntunan mana jalan yang baik dan mana jalan yang buruk. Setiap manusia memilih jalannya masing-masing dengan siap menanggung segala risikonya. Judul film ini "Tuhan Izinkan Aku Berdosa" memiliki multitafsir. Menurut saya sebaiknya diganti saja dengan “Tuhan Maafkan Aku Berdosa”.

Penggunaan Nama Sahabat Nabi

Salah satu tokoh dalam film ini adalah nama Sahabat Nabi Muhammad yang Mulia, yaitu Abu Darda'. Tokoh yang bernama Abu Darda’ dalam film ini berperan sebagai pimpinan pondok pesantren. Namun sangat disayangkan pada karakternya yang bertolak belakang dengan karakter asli Sahabat Nabi ini. Dalam film ini, tokoh Abu Darda’ berkarakter pembohong, yang tidak mengakui bahwa dia pernah menelpon tokoh Kiran. Ketika Kiran menyatakan kebenaran, tokoh Abu Darda’ membela diri dengan berbohong dan bersembunyi dengan dalil-dalil agama. Selain itu pada ending film ini, tokoh Abu Darda’ ditangkap polisi dengan tuduhan teroris. Hal ini sangat miris sekali.  

Bagi saya jika memang film ini diangkat dari kisah nyata, sebaiknya nama tokoh bisa diganti. Karena Abu Darda’ adalah sahabat Nabi yang Mulia, bukan seperti apa yang ada pada film ini. Sehingga tidak ada polemik terhadap nama tokoh.

Konsep Ketuhanan

Tokoh Kiran yang dihadapkan cobaan berat, difitnah, dan kehilangan kepercayaan dari keluarganya, sehingga tidak ada lagi yang berpihak pada dirinya. Bahkan tokoh Arulpun mengkhianatinya. Sehingga Kiran mempertanyakan di mana Tuhan saat dia dirundung masalah, menurut Kiran ia sudah mengabdikan hidupnya untuk Tuhan, tapi Tuhan tidak ada membantunya. Kiran menyalahkan Tuhan pada saat ia kritis.

Sehingga ia memilih jalan menjadi wanita tidak benar. Apakah dengan menjadi wanita tidak benar lalu masalahnya selesai? Tidak. Bahkan semakin rumit. Tokoh Kiran juga menantang Tuhan dan bahkan ia mengatakan bahwa manusia juga bisa jadi Tuhan.

Tentu ini adalah hal yang salah. Sudah semestinya kita manusia hidup hanya untuk Tuhan, bukannya tujuan penciptaan kita adalah untuk beribadah pada Tuhan? Perlu ada bagian film yang memberikan penguatan dan pencerahan bahwa apa yang dipertanyakan Kiran adalah salah. Sehingga konsep ketuhanan clear dan tidak abu-abu.

Radikal dan Pondok Pesantren

Diakhir film, diceritakan bahwa pondok pesantren tempat Kiran menuntut ilmu dan pondok pesantren panutan masyarakat itu digrebrek oleh densus 88, bahwa pondok pesantren tersebut adalah teroris. Secara umum, hal ini bisa saja terjadi. Namun pada film ini tidak memberikan penjelasan mengapa pondok pesantren itu menjadi teroris. Kegiatan apa yang mencirikan pondok itu teroris juga tidak diceritakan. Hal ini akan menjadi stigma negatif pada pondok pesantren. Masih banyak pondok pesantren yang mendukung pemerintah, bekerjasama dengan pemerintah, dan bahkan melahirkan para tokoh pemimpin bangsa.

Gadis Berjilbab

Tokoh Kiran setelah menjadi wanita tidak benar dan asik bergoyang di diskotik dengan masih menggunakan jilbab. Tentu hal ini menjadi rancu. Sebagaimana kita tahu jilbab adalah perintah agama untuk menutup aurat. Ada kerancuan gadis berjilbab asik bergoyang dan mabuk di diskotik, bahkan sebagai wanita yang tidak benar. Pada bagian lain film ini, tokoh Kiran yang berjilbab dalam/panjang, tapi memilih tempat tinggal (kos) pada lingkungan tidak baik hanya dengan alasan sewa yang murah. Apakah tidak ada tempat lain yang murah dan lingkungan yang baik? Pada lingkungan itu, hanya dialah satu-satunya gadis berjilbab.  

Continue reading →
Tuesday, 21 May 2024

Optimalisasi Komunitas Belajar

0 comments

Komunitas Belajar merupakan wadah untuk berkolaborasi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Keunikan Kurikulum Merdeka dapat dielaborasi menyesuaikan kondisi sekolah masing-masing. Dengan kegiatan pada Komunitas Belajar, pendidik dan tenaga kependidikan dapan merancang, melaksanakan, mengevaluasi, dan merumuskan tindaklanjut untuk terciptanya pelajar profil pancasila.

Optimalisasi Komunitas Belajar bertujuan untuk meningkatkan kemanfaatan wadah bagi para pendidik untuk saling take and give. Agar Komunitas Belajar ini berjalan dengan idealnya, maka perlu memiliki Visi, Misi, Nilai, Tujuan, dan Keyakinan Komunitas Belajar hasil kesepakatan bersama.

Kesepakatan bersama dapat dirumuskan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengajak para guru untuk saling menuangkan kesepahamanya dalam rapat kecil dan rapat besar.

Berikut langkah-langkah dalam penyusunan keyakinan dalam Visi, Misi, Nilai, Tujuan, dan Keyakinan Komunitas Belajar :

  1. Memberikan materi tentang Pentingnya Komunitas Belajar dalam sekolah. Tujuannya adalah agar semua guru memiliki persepsi yang sama,
  2. Membentuk kelompok kecil untuk berdiskusi. Kelompok kecil ini terdiri dari poin-poin yang akan dibahas, diantaranya kelompok 1 yang akan membahas Visi Komunitas Belajar, kelompok 2 membahas Misi Komunitas Belajar, kelompok 3 merancang Nilai Komunitas Belajar, kelompok 4 merumuskan keyakinan Komunitas Belajar,
  3. Masing-masing kelompok diberi waktu untuk menyelesaikan tugasnya,
  4. Kemudian diskusi pada kelompok besar (pleno) yang diikuti oleh semua anggota Komunitas Belajar. Tiap-tiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempersentasikan hasil dari diskusi kelompom kecilnya, sementara kelompok lain memperhatikan dan memberikan saran serta masukkan.
  5. Setelah semua kelompok mendapat giliran untuk memaparkan hasil diskusi kecilnya dan merevisi dari masukan anggota kelompok lain. Pemimpin rapat membacakan kembali hasil revisi tersebut dan menanyakan kepada semua anggota Komunitas Belajar, apakah sudah sepakat dengan hasil ini? Jika sudah maka ketuk palu sebagai simbolis.
  6. Kemudian publikasikan hasil Visi, Misi, Nilai, Tujuan, dan Keyakinan Komunitas Belajar dalam bentuk spanduk yang ditempel di ruang pertemuan Komunitas Belajar sebagai pengingat semua anggota.

 

 


Continue reading →