ALT_IMG

BUKAN PRESTASI TAPI HARUS BERBAGI

Bukan Prestasi Tapi Harus Berbagi. Orang yang sukses adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Orang yang berhasil mereka tak henti belajar dari manapun. Readmore...

ALT_IMG

ARSIP SIMPUL PEMERSATU BANGSA

Sejarah itu ada karena diarsipkan dengan baik, mengarsipkan segala sesuatu adalah kebiasaan baik yang perlu dimulai dari diri sendiri. Readmore..

Alt img

RUMAH GADANG MAIMBAU PULANG

Keharusan yang tidak tertulis bagi laki-laki Minang adalah merantau. Merantau adalah trasidi yang tak terpisahkan dari kebiasaan orang Minang, tidak sedikit pepatah dan petuah adat tentang merantau. Readmore...

ALT_IMG

BIARKAN LAUT YANG BERBICARA

Ketika kata tak didengar, sapaan tak dihiraukan, dan nasehat tak dilakukan, biarkanlah laut kan bicara dengan ombak perantara. Sudah Cukup Tak lagi! Readmore...

ALT_IMG

LUPA TAPI INGAT

Semua goresan kehidupan dapat kita lupakan dengan begitu saja namun akan ingat pada saatnya. Readmore...

Friday, 21 February 2025

Ayah untuk Keluarga: Puisi Awliyaa Afshen Khairunnisa Kelas VI Khadijah

0 comments

 


Ayah untuk Keluarga 

Karya: Awliyaa Afshen Khairunnisa  

Kelas VI Khadijah 


Oh ayahku…

Sungguh sulit perjuanganmu 

Untuk menafkahi keluargamu 

Melindungi senyuman orang yang engkau sayangi 

Kerja kerasmu yang tak akan kami sia-siakan sampai akhir 


Begitu sulit bukan perjuanganmu selama ini? 

Terjatuh berkali-kali 

Karena sesuatu yang tak yakin kau bisa jalani 

Sesuatu yang tak bisa kau gapai untuk kami 

Menjadikanmu frustasi 


Berdoa selalu untuk meyakinkan dirimu 

Bahwa kau bisa menjadi versimu yang lebih baik dari yang engkau tau 

Berjuang sampai titik penghabisan itu

Untuk menggapai harmonisasi yang indah selalu 


Kuharap, engkau bisa menggapai semua yang ingin kau gapai

Menjaga senyuman semua orang termasuk kami 

Menjadi versi yang terbaik dari dirimu

Dirimu yang selalu kami banggakan dan sayangi 

Terima kasih selalu untuk kerja keras tanpa henti selama ini. 


Baca Juga: Rumah tanpa Cahaya: Puisi Athifa Dayana B Kelas VI SD IT Imam Syafii Cendikia


Continue reading →
Thursday, 20 February 2025

10 Keistimewaan Bulan Ramadan

0 comments

 


10 Keistimewaan Bulan RamadanBulan Ramadan yang Ditunggu


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Allah Ta’ala memuji bulan Ramadan (bulan puasa) dibanding bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadan tersebut, Allah memilihnya sebagai waktu turunnya Al-Qur’an yang mulia.” Ini menunjukkan bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa dari bulan lainnya. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Qurthubah, 2/179.)

2. Bulan di Wajibkan Berpuasa
Surah Al-Baqarah Ayat 183
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

3. Bulan dilaksanakan Salat Tarawih
Telah ada dalil yang menjelaskan motivasi untuk melaksanakan qiyam ramadhan yaitu shalat tarawih. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759.)

4. Bulan pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
”Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”( HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadan seperti puasa dan salat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.”  (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188.

Pada bulan Ramadan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah, yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadan, saat diturunkannya Al-Qur’anul Karim.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3
”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan salat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

6. Bulan Pahala Umroh Sama dengan Pahala Haji
فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ
“Jika Ramadan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).
Dalam lafazh Muslim disebutkan,
فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً
“Umrah pada bulan Ramadan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)
Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan,
فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadan seperti berhaji bersamaku.” (HR. Bukhari no. 1863)

7. Bulan Gemar Bersedekah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semangat bersedekah di bulan Ramadan
Dalam shahihain, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307)

8. Bulan Memperbanyak Baca Al-Qur’an
أَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يَلْقَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
“Sesungguhnya Jibril bertemu Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam setiap malam di bulan Ramadan dan membacakan (Al-Qur’an) kepadanya”. [HR. Bukhari, no. 6, dan Muslim, no. 2308]. Membaca Al-Qur’an dianjurkan secara mutlak, akan tetapi pada bulan Ramadan sangat ditekankan.

9. Bulan Doa Dikabulkan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan)

An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.” (Al Majmu’, 6/375)

An Nawawi rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.” (Al Majmu’, 6/375)

10. Bulan Penting dalam Rukun Islam
Hadits Pertama
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadan”. [HR Bukhari, no. 8].

Hadits Kedua
عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ فَقَالَ رَجُلٌ الْحَجُّ وَصِيَامُ رَمَضَانَ قَالَ لَا صِيَامُ رَمَضَانَ وَالْحَجُّ هَكَذَا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak),: mentauhidkan (mengesakan) Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa Ramadan, dan hajji”. Seorang laki-laki mengatakan: “Haji dan puasa Ramadhan,” maka Ibnu Umar berkata: “Tidak, puasa Ramadan dan haji, demikian ini aku telah mendengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. [HR. Muslim, no. (16)-19]

Continue reading →
Tuesday, 18 February 2025

Gesa Peningkatan Literasi Sekolah, SDIT Imam Syafii Cendikia Rilis Tiga Buku Karya Siswa

0 comments


    Peluncuran buku karya siswa SD IT Imam Syafii Cendikia berlangsung meriah. Kegiatan yang dilakukan pada Selasa, 18 Februari 2025 ini adalah puncak dari rangakaian Bulan Bahasa Tahun Ajaran 2024/2025. Lapangan SD IT Imam Syafii Cendikia menjadi saksi akan tekad yang kuat dalam meningkatkan literasi.

    Siswa dan siswi kelas I hingga VI ambil peran dalam kegiatan ini. Kegiatan yang dirancang dalam bentuk beberapa perlombaan seperti, membaca lancar untuk kelas I, menulis tegak bersambung untuk kelas II, membaca puisi untuk kelas III, membaca pembukaan UUD 1945 untuk kelas IV, dan cipta puisi untuk kelas V-VI. 

    “Bulan Bahasa merupakan ajang untuk semua siswa menyalurkan bakat-bakat kebahasaan seperti, prosa, sastra, puisi, dan lainnya. Kita semua tahu bahwa literasi sangat penting untuk anak-anak,” ungkap Ustad Walman selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.




    Tiga buku karya siswa yang diluncur pada puncak kegiatan Bulan Bahasa ini adalah antologi puisi “Aksara Cinta untuk Lingkungan” karya siswa dan siswi kelas V, antologi puisi “ Bersama Keluarga Menyulam Kebahagiaan” karya siswa kelas VI, dan antologi puisi “Keluarga Pelabuhan Terindah” karya siswi kelas VI. 

    “Sekolah akan mendukung setiap kegiatan yang berfokus untuk meningkatkan kemampuan siswa, termasuk kemampuan literasi. Tema cipta puisi tahun ini kita ambil dari hal terdekat anak-anak seperti keluarga dan lingkungan. Ini bertujuan untuk memudahkan anak-anak dalam proses kreatif karyanya,” penjelasan Ustad Rio selaku Kepala Sekolah. 


Continue reading →
Monday, 17 February 2025

9 Tujuan Utama Pembelajaran STEAM

0 comments

 


    Dewasa ini banyak sekolah yang berlomba untuk belajar tentang STEAM (Sciences, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics) Alasannya adalah tantangan dunia global saat ini. Siswa kita nantinya akan hidup pada zama teknologi, bahkan kita dengar ada sebuah negara yang duluan hidup 50 tahun dari kita, karena di sana semua sudah menggunakan robot dan teknologi canggih. 

    Pemerintah juga mengarahkan untuk semua satuan pendidikan meningkatkan pembelajaran STEAM di kelas-kelas. Maka banyak satuan pendidikan yang mengadakan ekstrakurikuler robotik, coding, dan lainnya. Tentu hal ini tidaklah salah. Namun yang perlu kita dalami adalah apa sebenarnya yang akan kita tuju dari Pembelajaran STEAM tersebut. Ada beberapa hal yang menjadi tujuan:

1. Kepedulian

    Kepedulian adalah tujuan utama dari Pembelajaran STEAM. Buat apa seseorang yang memiliki pemikiran luar biasa tapi tidak berdampak. Contohnya ketika seseorang menjumpai tumpukkan sampah yang banyak, sebagai orang yang mempunyai pemikiran luar biasa, ia harus peduli dengan permasalahan ini. Ia akan membuat alat untuk mengatasi sampah yang menumpuk tersebut, tentu dengan pedekatan STEAM. Itu mengapa kepedulian harus ditopang dengan kemampuan.

2. Kepekaan

    Kita ingat beberapa tahun silam. Ketika kita ingin menyetorkan atau menarik uang dari bank, maka kita harus antre yang memakan waktu dan tidak efisien. Dengan konsep STEAM orang-orang menciptakan mesin ATM. Sehingga mempermudah banyak orang. Kepekaan inilah yang menjadi pokok STEAM itu sendiri. Untuk apa orang yang memiliki kemampuan tapi tidak ada kepekaan, sama saja pohon yang tinggi tapi tidak berbuah. Kurang bermanfaat.

3. Kebersamaan

        STEAM adalah model kekinian dari kebersamaan masa lampau. Puluhan tahun silam, nenek moyang kita menjalin kebersamaan secara manual. Mereka membangun rumah dengan kebersamaan, membangun jembatan dengan gotong royong, menciptakan kincir air secara bahu-membahu. Namun kita mencair kebersamaannya dalam STEAM.

4. Kolaborasi

    Pengerjaan suatu proyek yang berkaitan dengan STEAM tidak dapat dikerjakan sendiri. Perlu kolaborasi banyak pihak. Kemampuan kolaborasi adalah kunci dari keberhasilan proyek STEAM ini. Tidak ada ilmuan yang dapat bekerja sendiri, dia akan membutuhkan orang lain untuk asistennya atau butuh ilmuan lain untuk bertukar pikiran.

5. Cinta Lingkungan

    Banyak permasalahan lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini. Baik itu karena faktor alam maupun ulah manusia itu sendiri. Terlepas dari faktor penyebabnya itu, STEAM mengambil peran untuk menciptakan manusia yang cinta akan lingkungannya. Dengan beragam alat-alat yang berhasil diciptakan dan berdampak baik pada lingkungan, seperti traktor yang ramah lingkungan, alat pendeteksi gempa-tsunami, alat pendeteksi polusi udara, dan lainnya.



6. Tanggung Jawab

    Tuhan telah memberikan kita wadah untuk hidup yang kita sebut bumi. Tentu tugas kita adalah untuk menjaga dan memelihara bumi kita ini. Kita tidak boleh terperangkap pada siapa yang salah, siapa yang merusak, dan siapa yang menjadi dalangnya. Namun kita sebagai manusia harus ambil peran. Ingatlah pepatah mengatakan, siapa yang menanam dia yang menuai. Mari kita tanam tanggung jawab agar generasi anak keturunan kita tidak dapat beban. Dengan STEAM kita dapat menciptakan pembengunan yang berkelanjutan.

7. Berpikir Kritis

    STEAM dengan berpikir kritis tidak perlu kita ragukan lagi. Karena memang tiang dari STEAM adalah critical thinking. Sebab semua projeknya membutuhkan pemikiran-pemikiran yang kreatif dan terbarukan. Tentu Anda pernah masuk sebuah gedung yang pintunya terbuka dan tertutup secara otomatis. Semua adalah kerja dari sensor yang ditanam pada alat-alat di pintu tersebut. Contoh kecil ini adalah hasil dari pikiran yang kreatif dan kritis dengan menunggunakan konsep dari STEAM. Tentu banyak contoh lainnya dalam kehidupan kita. 

8. Pemecahan Masalah

    Manusia pada tahun 60-an menulis dengan tinta, kemudian beranjak menggunakan mesin ketik, dan pada tahun milenial sudah menggunakan komputer. Namun masalah tetap ada, komputer yang ukurannya besar tidak dapat dibawa ke mana-mana. Manusia menciptakan laptop, mulai dari yang tebal hingga tipis, ukuran besar hingga note book. Dan tidak sampai di situ saja, bahkan sekarang kita tidak perlu menggunakan jari-jari untuk benar-benar mengetik. Cukup dengan mengucapkan sesuatu, maka apa yang Anda ucapkan, persis itu yang diketik oleh perangkat lunak atau aplikasi di laptop. Manusia akan terus berinovasi sesuai dengan masalah yang dia hadapi. Hal ini tidak terlepas dari peran konsep STEAM ini. 

9. Kemudahan

    Siapa yang tidak tahu dengan Terusan Panama atau Terusan Suez. Dengan STEAM manusia memangkas perjalanan yang jauh, waktu yang lama, biaya yang mahal. Sehingga sebuah kapal dapat dengan efisien untuk berlayar. Dua terusan ini adalah hasil dari konsep STEAM yang sangat mempermudah kehidupan banyak manusia di dunia ini.



    Pembelajaran apapun seyogyanya bermuara pada karakter dari manusia itu sendiri. Bukan hanya yang kita tuju hasil secara kebendaan, tapi hasil secara perangkat lunak manusialah. 

Continue reading →
Saturday, 15 February 2025

Rumah tanpa Cahaya: Puisi Athifa Dayana B Kelas VI SD IT Imam Syafii Cendikia

0 comments

 


Rumah tanpa Cahaya

Karya : Athifa Dayana B

Kelas VI


Ibu

Kaulah tempatku berteduh 

Orang pertama ada saat aku butuh

Selalu mendengarkan semua ceritaku


Malam dengan hujan dan petir 

Aku merasa takut 

Pandanganku terlihat hitam pekat 

Bagaikan rumah tanpa cahaya

Aku tak bisa merasa tenang


BACA JUGA: Puisi Drama 365 hari

Namun, aku merasakan dekapan hangat 

Bagaikan selimut tebal

Saat kulihat ke belakang perlahan 

Benar firasatku, itulah engkau ibu 

Memberiku dekapan hangat dan nyaman 


Tuhan 

Tolong jaga Ibuku

Bahagiakan Ibuku

Lindungi dia dari marabahaya

Terima kasih Tuhan

Terima kasih telah mendatangkan dia ke kehidupanku 

BACA JUGA : Puisi Pasir Waktu


Continue reading →

Benang Merah Guru Jalan di Tempat

0 comments

 

    Sudah menjadi kewajiban bagi setiap guru untuk melakukan dua hal. Yaitu mengajar dan Membuat adaministrasi. Tidak ada yang salah dari kedua hal ini. Tentu menjagar adalah identik dengan guru itu sendiri. Bahkan orang yang memberi ilmu secara tidak formalpun juga sering kita sebut sebagai guru. Begitu melekatnya guru dengan mengajar. Hal yang sama juga pada Administrasi. Guru harus mampu membuat semua adminitrasi yang menunjang kegiatan menjagar tersebut. Seperti skenario pembelajaran atau yang sering kita sebut Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau dalam Kurikulum Merdeka kita sebut Modul Ajar. Hasil dari mengajar itu sendiri juga harus diadminitrasikan oleh guru, sebagai bahan evaluasi dan refleksi untuk pembelajaran berikutnya. Dan banyak lainnya.


   Rutinitas tersebut kadang melalaikan sebagian guru untuk terus meningkatkan kompetensinya. Sehingga siklus guru menjagar tidak ada bedanya dari tahun ke tahun. Tentu hal ini akan menjadi tidak baik untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia nantinya. 

    Begitu juga dengan hal, bahwa sebagian guru yang dulunya pernah belajar dibangku perkuliahan merasa bahwa tidak relevan. Apa yang sudah mereka pelajari tidak terpakai pada saat mereka belajar. Tentu hal ini adalah miskonsepsi yang perlu diluruskan. Secara hakikatnta, apa yang didapat dulu pada saat berkuliah sangat berguna ketika seorang guru menjadi guru sesungguhnya. Permasalahannya adalah pada konektivitas pengetahuan guru itu sendiri. Sebagian besar guru terjebak dengan aktivitas yang telah diwarisi oleh guru sebelumnya. Padahal zaman makin menggeliat. 

    Sekolah perlu mengambil tindakan agar semua alasan itu tidak menjadi penghalang kemajuan suatu satuan pendidikan. Banyak cara yang dapat dilakukan. Diantaranya adalah dengan mengadakan pelatihan yang memang dibutuhkan. Memilih dan memilah narasumber yang munpuni, serta konsisten melakukannya. Yang lebih penting adalah aplikatif sesudah pelatihan itu sendiri. 

    Semangat untuk para guru Indonesia dalam meningkatkan kompetensinya, baik secara mandiri maupun kolaborasi.


Pekanbaru, 15 Februari 2025

Continue reading →
Tuesday, 11 February 2025

Mahalnya Kesopanan di Bangku Perkuliahan

0 comments

 

Mahalnya Kesopanan di Bangku Perkuliahan

Catatan Seorang Mahasiswa

    Anda pasti pernah pergi ke bank atau kantor asuransi atau kantor instansi yang di kelolah oleh swasta. Dan Anda juga pernah menemukan betapa ramah dan sopannya para pegawai. Mereka akan menyambut Anda dengan senyum yang merekah, mengucapkan salam, menanyakan kabar, atau akan menunjukkan seolah-olah Anda orang yang mereka tunggu kedatangannya. Tentu hal ini menjadi sebuah kenyamanan dan kedamaian bagi diri Anda. 


Mengulik Kesopanan dalam Dunia Pendidikan (Perkuliahan)

    Kurikulum yang disajikan pada siswa selalu menitikberatkan pada karkater atau sikap atau afektif. Meski setiap kurikulum memiliki penamaannya masing-masing, tapi benang merahnya tentang bagaimana interaksi dengan manusia.

    Secara spesifik, materi pelajaran memang tidak ada yang mengajarkan tentang kesopanan. Namun sering dikaitkan dengan pelajaran agama dan pancasila. Setiap sekolah akan berusaha untuk mewujudkan siswanya memiliki kesopanan yang baik. Mulai dari pembiasaan hingga program yang relevan.


Oknum Guru dan Dosen yang Jauh dari Kesopanan

    Banyak kita menemukan guru dan dosen yang memiliki kesopanan baik. Mereka dapat menjadi contoh dan teladan bagi siswa dan mahasiswanya. Kesopanan dalam berbicara, kesopanan dalam bertindak, dan kesopanan dalam berpenampilan. 

    Namun tak sedikit juga kita menjumpai oknum guru, bahkan dosen yang sebaliknya. Mereka berkomunikasi dengan siswa atau mahasiswanya tanpa mementingkan norma kesopanan. Yang miris, baru-baru ini saya mendengar dari seorang mahasiswa, seorang oknum dosen dari kampus agama, yang beliau juga mempunyai jabatan di sana. Dengan lantangnya berbicara kepada mahasiswanya seolah-olah tidak ada langit setelah langit. Sangat miris bukan? Kita berharap dengan semakin tingginya pendidikan seseorang, maka karakter terutama kesopanan mereka juga berbanding lurus. Namun tidak semua. 

    Apakah Anda pernah mengalami hal serupa? Saya yakin diantara kita pernah menemukannya. Dilema. Di satu sisi kita masih memiliki kepentingan dengan oknum dosen itu, tapi di sisi lain kita ingin memberikan masukkan. Agar dunia pendidikan, khususnya bangku perkuliahan tidak hanya ajang untuk mendapatkan ijazah saja. 


Sebait sajak untukmu para guru dan dosen


Kami mencontoh apa yang kau lalukan

Kami meniru apa yang kau peragakan

Kami menciplak apa yang kau pertontonkan

Kami teladani apa yang kau pertunjukkan


Namun jika arang yang kau suguhkan

Namun jika gulita yang kau tampakkan

Namun jika jerebu kesopanan yang kau berikan

Namun jika polusi sikap yang kau keluarkan


Lantas di mana gelarmu itu?

Lantas di mana jabatanmu itu?

Lantas di mana pendidikanmu yang tinggi itu?

Lantas di mana selimut kebesaranmu itu?


Bukankah adab lebih tinggi dari ilmu?

Bukankah karakter lebih berharga dari pengetahuan?

Bukankah attitude lebih mulia dari sekadar hafalan?

Bukankah sikap lebih mahal dari teori yang kau ajarkan?

Bukankah manusia dilihat dari tingkah lakunya?


Belum terlambat!



Pekanbaru, 12 Februari 2025

di ruang renungan


Continue reading →